4 Bank Penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Nilai Akad Terbesar (2014-Oktober 2022)


Menurut data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Kementerian Keuangan, sejak 2014 sampai Oktober 2022 pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total nilai akad Rp1.250,8 triliun.

Selama periode tersebut, KUR paling banyak disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan nilai akad Rp854,16 triliun.

Penyalur KUR terbesar berikutnya adalah Bank MandiriBank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan rincian nilai akad seperti terlihat pada grafik.

Selain yang disebutkan di atas, berbagai bank dan lembaga lainnya sudah menyalurkan KUR dengan nilai akad gabungan sekitar Rp103,3 triliun.

Menurut keterangan di situs resmi Kemenko Perekonomian, saat ini ada 40 penyalur KUR aktif yang terdiri dari Bank Pemerintah, Bank Umum Swasta, Bank Pembangunan Daerah (BPD), Perusahaan Pembiayaan, dan Koperasi Simpan Pinjam (KSP).

Berikut rincian nama bank/lembaga penyalur KUR aktif per Oktober 2022:

  1. 1. BRI
  2. 2. Bank mandiri
  3. 3. BNI
  4. 4. BSI (hasil merger BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah)
  5. 5. BTN
  6. 6. BCA
  7. 7. Bank Bukopin
  8. 8. Bank Maybank Indonesia
  9. 9. Bank Sinarmas
  10. 10. Bank Permata
  11. 11. BTPN
  12. 12. OCBC NISP
  13. 13. Bank Artha Graha Internasional
  14. 14. BRI Agroniaga
  15. 15. BJB
  16. 16. Bank Natinoalnobu
  17. 17. Bank Mandiri Taspen
  18. 18. BPD Bali
  19. 19. BPD Kalbar
  20. 20. BPD DIY
  21. 21. BPD Sulselbar
  22. 22. BPD Sumut
  23. 23. BPD Sumbar (Bank Nagari)
  24. 24. BPD Sumsel Babel
  25. 25. BPD Kalsel
  26. 26. BPD Riau Kepri
  27. 27. BPD Lampung
  28. 28. BPD Papua
  29. 29. BPD Bengkulu
  30. 30. BPD Kaltimtara
  31. 31. BPD Jambi
  32. 32. BPD Jateng
  33. 33. BPD Sultra
  34. 34. BPD Kalteng
  35. 35. BPD SulutGo
  36. 36. BPD Jatim
  37. 37. Internusa Tribuana Citra Multi Finance
  38. 38. Koperasi Obor Mas
  39. 39. Kospin Jasa
  40. 40. KSP Guna Prima Dana

"Dari sisi penjaminan, program KUR juga didukung dengan 10 lembaga penjamin kredit. Kehadiran penjaminan pada program KUR semakin mendukung prinsip kehati-hatian selama masa penyaluran kredit/pembiayaan kepada masyarakat," kata Kemenko Bidang Perekonomian di situs resminya.

"Selain itu, dalam rangka menjaga praktik Good Corporate Governance dalam penyaluran KUR, Pemerintah senantiasa bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam rangka mengawasi pelaksanaan KUR," lanjutnya.

  • 482
  • 0